Wednesday, December 07, 2005

Rahasia



Menyusuri jalan nayawa, tiada yang mengerti hati berjalan, juga mencatat. Sesepi apa pun jua, bahkan pernah diucapkan, yang tertangkap cuma kesan-kesan. Melemparkan pandangan sejauh mata merayap,siapa yang mengerti: kemana arah bola mata terpaut-betapa kau mencoba mengira-ngira. Ada yang tersimpan, dibiarkan kau menyimpannya sebagai rahasia pandangan.

Kaki menjejak tanah, menjalankan tugas kehidupan, tiada yang tahu kemana arah dikemudikan. Beragam kejadian dilakukan, ada sengaja disembunyikan- walau kau mencoba mengira-ngira akan lelah dimana telapak dihentikan. Betapa kau mecoba memahami perasaan, kepedihan dan kegembiraan selalu bersisa, tersimpan jauh di dalam jiwa-betapapun kau berada disampingku sejuta tahun. Hanya, sebagian yang kamu pahami-itupun hanya kesan.

Begitu luas ruang telah diciptakan Nya, selalu tiada terjangkau bagian demi bahagian. Tertanam di kejauhan tempat yang tidak pernah terbentuk. Praduga yang dikembangkan selalu menggoda untuk diciptakan dalam pikiran-setiap orang, setiap jiwa yang berusaha memhami. Begitu dalam, menyelam sampai jauh, tiada dasar yang dapat sampai dijelajahi. Terlampau terbatas kita memahami. Berkelok-kelok, terjal dan tiada berbatas. Perkaranya, memang, semuanya serba rahasia.

Ketika sejarah menciptakan agama dan perdaban, tidak semua dapat menjawab rahasia Nya. Sangat lemahnya, sangatlah terbatasnya jangkauan pikiran manusia mampu menelusuri. Dan, ketika matahari berhenti dari pandangan mata. Ketika, nafas dibatasi. Mungkin-selalu demikian- ada keterbatasan yang dapat dijelaskan. Rahasia itu masih tersimpan rapat. Terkunci.

No comments: